Berita Aksi Solidaritas HMI Korkom Walisongo diakhiri dengan Penyerahan Surat Tuntutan ke Kapolda

Aksi Solidaritas HMI Korkom Walisongo diakhiri dengan Penyerahan Surat Tuntutan ke Kapolda

354
Penyerahan Surat Tuntutan ke Kapolda

Semarang-militan.co, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kordinator Komisariat Walisongo Semarang menggelar aksi solidaritas pada Jumat (15/03), dengan tema tuntutan “Stop Tindakan Represif terhadap Gerakan Aktivis”. Aksi solidaritas tersebut berlangsung di depan Markas Polisi Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Korlap Aksi, Kodrat Alamsyah menyampaikan bahwa aksi ini adalah bukti solidaritas kami terhadap kawan-kawan aktivis di Bima, Balikpapan, dan Kendari yang diperlakukan secara represif oleh aparat kepolisian.

“Tidak ada peraturan yang membenarkan polisi boleh melakukan tindakan represif terhadap gerakan aktivis. Ini jelas bertentangan dengan tugas polisi, yang katanya melayani dan melindungi masyarakat,” tegasnya.

Dalam aksi solidaritas tersebut, ada 3 (tiga) tuntutan yang disampaikan, sebagaimana yang termaktub dalam press release, yaitu 1) Stop tindakan represif terhadap gerakan aktivis, 2) Cabut status dan/atau jabatan aparat kepolisian yang melakukan tindakan represif kepada para aktivis dari statusnya sebagai Kepolisian Republik Indonesia, dan 3) Tangkap dan adili aparat kepolisian yang melakukan tindakan represif kepada para aktivis dengan secepatnya.

Aksi tersebut diterima dengan baik oleh Kepala Siaga 3 SPKT Polda Jateng Kompol Mujono. Bapak Mujona memberikan penjelasan bahwa Kapolda saat ini sedang tidak ada di kantor.

“Saya diberi tugas hanya menerima aksi ini dan surat tuntutan kawan-kawan nanti kami serahkan ke Setum,” ucapnya.

Ketua Bidang PTKP HMI Korkom Walisongo Abdurrahman Syafrianto menegaskan bahwa dirinya dan kawan-kawan tidak hanya satu kali aksi.

“Kami sudah sering aksi dan selalu diberi janji palsu. Karena itu, kami ingin langsung bertemu dengan Kapolda dan menjamin surat tuntutan ini tersampiakan,” tegas Rahman.

“Begini saja, ini biar diterima dulu, nanti satu atau dua orang masuk ke dalam sebagai perwakilan guna memastikan surat ini sampai ke Pak Setum,” balas Pak Mujono.

Akhirnya dua peserta masuk ke dalam untuk memastikan bahwa surat tuntutannya tersampaikan ke Pak Setum. Salah satu bukti surat tuntutannya tersampai adalah gambar Pak Mujono yang didampingi korlap aksi memberikan surat tuntutan ke Setum. [Red.Anto]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here