Berita Mahasiswa UIN Walisongo Serukan Aksi Solidaritas Kartu Kuning untuk Jokowi

Mahasiswa UIN Walisongo Serukan Aksi Solidaritas Kartu Kuning untuk Jokowi

777

Militan.co, Semarang– Ratusan mahasiswa UIN Walisongo yang tergabung dalam Aliansi  Mahasiswa UIN Walisongo mengadakan aksi solidaritas kartu kuning untuk Jokowi. Aksi ini diselenggarakan di depan gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang terletak di kampus tiga jl. Prof Dr Hamka Ngaliyan Semarang. Dalam aksi tersebut, seluruh peserta aksi mengenakan baju almamater sekaligus membawa kartu kuning sebagai tanda mendukung aksi kartu kuning untuk jokowi.

Arif Fathan Robi, Koordinator lapangan mengatakan bahwa aksi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Walisongo mendukung  tindakan Zaadit Taqwa.

“Kami menggelar aksi ini sebagai tindakan dukungan kepada Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) yang mengeluarkan kartu kuning kepada Jokowi saat sambutan di kampus UI kemarin,” ujar Mahasiswa jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) tesebut.

Aksi ini juga diikuti oleh sejumlah anggota HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Korkom Walisongo dan Korps HMI-Wati Korkom Walisongo serta Korps GPII-Putri  (Gerakan Pemuda Islam Indonesia) Wilayah Jawa Tengah.

Tujuan aksi ini merupakan bentuk protes terhadap pemerintah agar kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai perlu diperbaiki.

“Kami bergabung dalam aksi ini guna bersama-sama membangunkan semangat mahasiswa, menghidupkan jiwa pemuda, dan menyadarkan para pemimpin agar tidak semena-mena” tegas Ida Ariyani, Ketum Kohati Korkom Walisongo Semarang.

Ia menambahkan, harapannya aksi ini tidak hanya mahasiswa Walisongo saja  yang melakukan aksi solidaritas dukungan terhadap Zaadit Taqwa, melainkan seluruh mahasiswa Se- Indonesia agar bangkit dan sadar akan tugas dan tanggungjawabnya. “ Kami berharap dengan adanya aksi   ini bukan hanya mahasiswa dan pemuda di lingkungan UIN saja yang melakukan aksi, melainkan seluruh nusantara untuk bangkit dan sadar bahwa tugas kita belum usai di bangku kuliah dan lapangan kerja” tambahnya.(smile).

2 KOMENTAR

  1. Secara kelembagaan yang berhak mengatasnamakan Mahasiswa UIN Walisongo adalah DeMa. Sedangkan pihak DeMa UIN Walisongo tidak tahu dan terlibat dalam aksi dan pengambilan gambar “kartu kuning”.

    Jadi pemberitaan aksi dan pernyataan sikap tersebut tidak objektif dan tidak profesional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here