Gagasan Sedekah di Bulan Berkah

Sedekah di Bulan Berkah

63

Marhaban Ya Ramdhan”, semarak kebahagiaan terpancar dari wajah umat muslim di juru dunia. Mereka menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan. Sudah menjadi rahasia umum, berpuasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap umat Islam (yang mampu). Allah swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”(QS. Al -Baqarah: 183). Selain  itu, dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. bersabda, ”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim). Pada redaksi riwayat yang lain, berpuasa (shama) diganti dengan bangun  malam (qaama). Dengan kata lain, di bulan Ramadhan seseorang harus memperbanyak qiyamu al-lail demi mendekatkan diri kepada Allah swt.

Selain hadis tersebut, pada bulan Ramadhan umat muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak aktivitas-aktivitas kebaikan, seperti tertuang dari hadis berikut, “Sesungguhnya Allah itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, dan Ia membenci akhlak yang buruk”. (H.R. Baihaqi:1744). Intisari dari hadis itu adalah dianjurkannya untuk bersedakah, terutama di bulan Ramadhan. Sebab di bulan tersebut adalah bulan penuh berkah dan ampunan, sehingga perlu adanya peningkatan amal shalih dan amal ibadah.

Baca juga: Memenuhi Kesukaan Ramadhan

Kemeriahan Ramadhan dengan bersedekah terlihat dari kebiasaan umat Islam dalam berbagi ta’jil buka puasa di masjid-masjid dan msuahala. Bahkan, tidak jarang kita menemukan orang membagi-bagikan makanan di area lampu lalu lintas dan SPBU. Selain itu, dalam kajian-kajian di majelis ilmu, banyak dijumpai makanan yang disiapkan oleh sebagian muslim untuk disantap bersama pasca mereka mengaji. Belum lagi sedekah yang dilakukan tidak dengan terang-terangan, tentu saja sangat banyak jumlahnya. Ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat dalam bersedekah di bulan Ramadhan meningkat.

Rahasia sedekah begitu dahsyat. Banyak orang yang tidak menyadarinya, selain sedekah sebagai penolak bala’, dengan sedekah juga dapat menghapuskan dari dosa, orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di akhirat, dan rahasia yang paling dahsyat adalah, dengan sedekah rezeki akan semakin bertambah, bukan berkurang. Dengan syarat sedekah harus dilakukan secara ikhlas.

Bersedekah dengan hati yang ikhlas bisa membuat sedekah yang menjadi semakin berkah, sehingga bernilai lebih dan dibalas dengan kebaikan-kebaikan lain yang lebih mengesankan. Banyak atau sedikit sedekah yang diberikan, jika hal itu dilakukan karena Allah semata, sedekah yang dilakukan akan mendatangkan berbagai kebaikan juga keberkahan.

Banyak atau Sedikit Berkah Tergantung Keikhlasan

Definisi ikhlas menurut pendapat Abu ‘Ali Fudhail bin ‘Iyadh, beliau berkata: “Meninggalkan amal karena manusia adalah riya’, beramal karena manusia adalah syirik dan ikhlas adalah apabila Allah menyelamatkan kamu dari keduanya”. Dari pengertian ikhlas berdasarkan pendapat Abu ‘Ali Fudhail bin ‘Iyadh, ikhlas merupakan hal yang tidak mudah dan tidak pula sulit untuk dilakukan. Ikhlas bisa dilakukan ketika sudah menjadi sebuah kebiasaan. Mungkin di awal akan terasa berat untuk ikhlas, akan tetapi semakin sering kita membiasakan diri untuk ikhlas dalam melakukan segala seseuatu, secara tidak langsung ikhlas akan ada dalam aktivitas yang kita lakukan. Karena, sejatinya seseorang harus melakukan sesuatu dengan niat karena Allah, bukan semata-semata hanya ingin dilihat manusia.

Niat menjadi faktor utama dalam setiap aktivitas, sehingga bisa melahirkan sikap ikhlas. Hidup di dunia hanyalah sementara dan hidup yang kekal adalah di dalam akhirat. Untuk menuju kehidupan akhirat kita harus memiliki bekal yang cukup dan sebaik-baik belak adalah Taqwa kepada Allah. Banyak cara untuk bisa meraih derajat taqwa di antaranya adalah dengan memperbanyak sedekah, terutama di bulan Ramadhan.

Secara bahasa, taqwa diartikan dengan hati-hati, maksudnya adalah hati-hati dalam segala gerak, baik perkataan maupun perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Tanda orang bertaqwa adalah dia memiliki akidah yang lurus, ibadah yang teratur, akhlak yang mulia dan kinerja yang profesional. Orang bertaqwa ibarat lebah, yang hanya hinggap di tempat yang baik dan menghasilkan sesuatu yang baik. Sehingga orang yang bisa seperti itu akan mendapatkan sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh Allah. Seperti yang tertulis dalam QS. At-Talaq ayat 2-3 yang artinya “barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka”.

Baca juga: Hilal Optimistis Awal Ramadhan

Tidak mudah memang untuk mencapai derajat taqwa yang paripurna, dibutuhkan extra effort lebih. Wujud dari upaya mencapai derajat taqwa paripurna adalah dengan berpuasa. Namun perlu diingat puasa hanya dengan sekedar menahan lapar dan dahaga saja tidak cukup untuk mewujudkan itu, sehingga yang dibutuhkan adalah keyakinan kuat, niat sempurna, dan menghindari hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa, serta berusaha untuk mengatur waktu, senantiasa membersihkan jiwa dengan memperbanyak membaca ayat-ayat al-Qur’an. Dengan demikian diharapkan mampu meningkatkan ketaqwaan dan mendapat keberkahan dari-Nya. Wallaahu a’lam bi al-shawaab.

Oleh: Diah Inarotul Ulya, Mahasiswi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Humanioara (FUHUM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Alumnus Pondok Pesantren al-Ibrahimy Paciran, Kabupaten Lamongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here